Find us on Google+

Pages

Wednesday, December 17, 2014

SEJARAH MASA KANAK-KANAK NABI MUHAMAD SAW

MASA KANAK-KANAK NABI MUHAMAD SAW

Sebagaimana kebiasaan bangsa arab pada masa itu, setiap anak yang baru lahir akan di asuh juga di susui oleh wanita-wanita desa. Alasanya yakni karena kehidupan di desa pada saat itu masih sangat baik, lingkungan syang asri udara yang masih bersih. Dan yang paling penting, masyarakat desa memppunyai watak dan kebiasaan yang lebih baik sehingga diharapkan bisa menjadikan anak-anak mereka lebih baik.

Nabi Muhamad di asuh oleh Halimah hingga berusia 4 tahun. Saat Nabi Muhamad dalam susuan Halimatussa’diyah, keberkahan juga juga menaungi kelaurga Halimatussa’diyah. Beberapa keajaiban dialami oleh keluarga itu. Diantaranya air susunya yang tiba-tiba tiada habisnya selalu bisa keluar. Onta-onta yang dahulu tidak bisa mengeluarkan susu kini bisa diperah susunya. Dan juga keledai yang biasanya lemah, kini menjadi kuat. Wallahu a’lam.

Pada saat beruasia 4 tahun Nabi Muhamad didatangi oleh dua malaikat. Nabi Muhamad di bawa menuju bukit. Dan di atas bukit itu Nabi Muhamad dibelah dadanya dan diambil jantungnya untuk dibersihkan dengan air zam-zam. Setelah itu dikembalikan lagi seperti semula. Beberapa teman sebayanya melihat kejadian tersebut dan mengadukanya kepada Halimatussa’diyah. Karena khawatir, akhirnya Nabi Muhamad dikembalikan lagi kepada Ibundanya Sayyidah Aminah.

Akhirnya Nabi Muhamad kembali kepangkuan Ibnudanya. Sayiidah Aminah merawat Putra tercintanya dengan penuh kasih saying. Dan juga mendidiknya dengan penuh perhatian. Pada usia 6 Tahun, Baginda Nabi Muhamad diajak oleh Ibnudanya ke yastrib untuk berziarah ke makam Ayahandanya . beliau berangkat ditemani dengan pembantu Wanitanya yang bernama umu aiman. Nabi Muhamad menetap di Madinah selama sebulan. Dan setelah itu berencana untuk kembali ke mekkah. Saat dalam perjalanan tepatnya di daerah Abwa, yang terletak diantara mekkah dan madinah, Sayyidah Fatimah jatuh sakita dan akhirnya Meninggal dunia dan dimakamkan di Abwa. Baginda Nabi selanjutnya diantar ke mekkah dengan Umu aiman.

Kini Baginda Nabi menjadi Yatim Piatu, dan yeng mengasuh selanjutnya yakni Kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Sang kakek begitu mencintai cucunya tersebut. Namun saying kebersamaan itu hanya berlangsung selama 2 tahun saja. Pada saat Nabi Muhamad berusia 8 tahun, sang kakek meninggal duni, dan memberikan wasiat agar Nabi Muhamad diasuh oleh Pamanya Yakni Abu Thalib.

Sebenarnya Abu Thalib bukan merupakan anak tertua Abdul Muthalib. Namun karena budi pekertinya yang luhur juga sikapnya yang halus, maka tidak heran Kakek Nabi Muhamad Lebih merasa tenang jika Nabi Muhamad diasuh oleh Pamanya yang bernama Abu Thalib. Abu Thalib menyayangi Nabi Muhamad sama seperti menyayangi anaknya sendiri. Bahkan tidak jarang beliau lebih mendahulukan Nabi Muhamad disbanding dengan anaknya sendiri. Budi pekerti Muhammad yang luhur, cerdas, suka berbakti dan baik hati yang menarik ahti pamanya.

Pada suatu ketika Abu Thalib merasa kerepotan dengan daganganya yang banyak. Dia bermaksud untuk berdagang ke Syam. Pada saat itu Nabi Muhamad masih berusia 12 Tahun. Sebenarnya tidak terfikirkan untuk mengajak serta Nabi Muhamad. Namun Nabi Muhamad dengan mantap menawarkan diri untuk menemani pamanya membantu berdagang ke Syam.

Akhirnya Nabi Muhamad turut serta dalam kafilah dagang pamanya. Meski Beliau baru berusia 12 tahun. Di tengah perjalan, tepatnya di Bushro. Beliau dihentikan oleh seorang Rahib. Rahib tersebut melihat tanda kenabian yang ada di punggung Nabi. Rahib tersebut menyarankan supaya jangan terlalu masuk ke Syam. Karena dikahwatirkan jika ada orang yahudi yang melihat tanda kenabian pada diri Nabi Muhamad. Sehingga berbuat yang tidak baik terhadap beliau. Akhirnya Abu Thalib kembali ke Mekkah meski dengan hasil yang seadanya.

Sejak kejadian tersebut, Abu Thalib lebih sering di Mekah dan lebih banyak menghabiskan waktunya utnk mengurus keluarga. Member pengetahuan kepada anak-anaknya dan juga kepada Baginda Nabi Muhamad SAW.

Demikian sejarah singkat masa kanak-kanak Nabi Muhamad. Semoga bisa mengambil khikmah dari cerita tersebut. Sehingga kita bisa meneladani Akhlak beliau.
Nasrulloh Ibnutora , Updated at: 3:40 PM

0 comments:

Post a Comment

thanks for visit

VIVA