Find us on Google+

Pages

Wednesday, January 20, 2016

Lebih baik diam, jika bicara menyakitkann

Aku memang diam, bukan tidak peduli
Aku selalu diam, bukan tak cinta lagi
Aku diam, bukan tak sudi bicara lagi
Aku ini diam, jika hanya bisa menyakiti

Diamku, aku mencintaimu
Diamku selalu merindumu
Diamku, aku mendambamu
Diamku aku tak ingin jauh darimu

Jalan kita mendaki dan berduri
Jalan kita panjang dan penuh uji
Jalan kita tak akan mudah lagi
Jalan kita, jalan yang harus kita lalui

Kau yang ku cinta
Jangan buat aku merana
Jangan biarkan aku terluka
Dengan semua kata

Kau sakiti aku, Dengan katamu
Kau hancurkanku dengan katamu
Kau hinakan aku dengan katamu
Kau lukai aku dengan katamu

Jika bagimu biasa, aku tidak
Jika menurutmu tak mengapa, aku tidak

Aku ini pria biasa,
Yang bisa sakit jika terluka
Aku ini bukan yang bisa segalanya
Yang bisa menahan segala rasa

Munkin kata-kata sulit wakili semua
Mungkin diam bisa jadi penawarnya
Jika memang kata hanya membuat sesak di dada
Jika kata-kata rusak rasa dalam jiwa

Tapi aku selalu cinta kamu
Biar sakitku jadi ujian cinta suciku
Biar dukaku jadi pembelajaran hidupku
Biar rasaku jadi bekal kehidupanku

Wahai sayangku
Dengar jeritku
Memang tak terkata
Tapi ini yang kurasa

Kekasihku
Pujaan hatiku
Belahan juiwaku
Bidadari hidupku

Semoga jemariku mewakili rasa
Yanh sesakan dada penuhi jiwa
Rasa yang tak terkata
Rasa yang hanya bisa menjadi rasa

Aku memang pecundang
Tiada bisa berkata, hanya terdiam
Aku hanya tak ingin, katamu terus sakitiku
Katamu hancurkan hatiku

Nasrulloh Ibnutora , Updated at: 12:02 AM

VIVA