Find us on Google+

Pages

Thursday, December 15, 2011

Bahagiaku

semilir angin kehidupan
merasuk dalam relung jiwaku
mengalir dalam rona bahagia
menyapu segala rana dan duka

kulihat gemintang bersinar cerah
tersenyum ceria
bertemankaan bulan yang tersenyum indah
di wajah malam yang hitam

wahai dunia,,
engkau indah berhias kilau bahagia
brmandikan suka
bertabur cinta

bahagia,,
sungguh begitu lama
tak lagi hadir hiasi diri yang hina
tawarkan keindahan dalam relung jiwa

jiwa ini beggitu lemah
tak termampu menerjang badai nestapa
tak sanggup menyapu angin derita
tak sanggup menahan gempuran ombak prasangka

di sini,
aku masih berdiri
dengan mentari pagi yang berseri
menyinari dunia dan juga hati

di sini
aku kembali melangkah
membawa harapan dan mimpi
hingga semua jadi indah
Nasrulloh Ibnutora , Updated at: 11:30 PM

Sunday, December 11, 2011

TANYAKU DALAM KESENDIRIAN

dalam kesendirian
aku terpaku dalam renungan
menatap wajah malam yang gulita
gelap tiada secercah sinar
lewati cakrawala malam
aku hanya diam sendiri
menanti jawaban
jawaban atas tanya
yang muncul dari dasar hati
tanya akan aku
tanya akan diriku
siapa aku
untuk apa aku
kemana aku
dengan siapa aku
aku pun bertanya tentang kamu
siapa dirimu
kemana dirimu
untuk apa dirimu
dan dengan siapa dirimu
aku juga tanya dia
siapa dia
kemana dia
dengan siapa dia
namun hanya kehampaan yang kudapatkan
tak ada jawaban
dari setiap tanya yang terlintas dalam benaku
aku berharap engkau menjawabnya
jawaban yang memuaskan ku
tak peduli luka
tak peduli pedih
tak peduli sakit
dalam diam
aku masih terdiam
terpaku menatap wajah malam
yang hitam kelam, tanpa sinaran bahagia
sambil menanti
berharap dapati bintang bersinar
diantara pekatnya malam
menanti rembulan yang kian malu
tampakan wajah riangnya
dan aku masih terpaku
dalam penantian yang tak berujung
tanya akan aku
tanya akan diriku
siapa aku
untuk apa aku
kemana aku
dengan siapa aku
aku pun bertanya tentang kamu
siapa dirimu
kemana dirimu
untuk apa dirimu
dan dengan siapa dirimu
aku juga tanya dia
siapa dia
kemana dia
dengan siapa dia
namun hanya kehampaan yang kudapatkan
tak ada jawaban
dari setiap tanya yang terlintas dalam benaku
aku berharap engkau menjawabnya
jawaban yang memuaskan ku
tak peduli luka
tak peduli pedih
tak peduli sakit
dalam diam
aku masih terdiam
terpaku menatap wajah malam
yang hitam kelam, tanpa sinaran bahagia
sambil menanti
berharap dapati bintang bersinar
diantara pekatnya malam
menanti rembulan yang kian malu
tampakan wajah riangnya
dan aku masih terpaku
dalam penantian yang tak berujung
Nasrulloh Ibnutora , Updated at: 12:03 AM

Wednesday, December 7, 2011

PERNAHKAH KITA???

pernahkah kita bertanya,,

"kenapa sih kita itu harus sholat???"

"kenapa kita harus puasa?"

"kenapa sih kita harus haji?"

"untuk apa sih kita lakukan semua itu??"

pasti pernah,,,

oke deh, sekedar mengingatkan buat saya pribadi dan buat kalian yang membaca.

tak ada yang sia-dari semua yang Allah tetapkan pada kita,

termasuk dengan pertanyaan-pertanyaan yang seperti di sebut di atas. sudah barang tentu, semua ada manfaatnya,namun manusia sering melalaikan manfaat-manfaat dari semua itu.



namun perlu kita garis bawahi, bahwa nikmat yang telah diberikan pada kita, jauh lebih banyak dari apa yang diwajibkan kepada kita. nafas yang kita hirup, setiap hari, bahkan setiap detik, tentulah begitu banyak, semua keniknatan yang kita rasakan, dan semua yang kita terima tentulah sangat banyak, hingga kita tak akan pernah mampu untuk menghitung nya.



sebagai gambaran, begini,,,

jika kita meminta seseorang untuk melakukan sesuatu,

misalkan meminta adik kita untuk melakukan sesuatu, "dik,,ayo ikut kakak". lalu sang adik menjawab, "mau kemana kak???" dan kita jawab " kamu ikut saja, nanti kamu tahu sendiri"sang adik pun menuruti ajakan sang kakak.dan ternyata sang kak mengajak ke tempat makan, dan di traktirlah sang adik.



coba situasinya kita rubah dan kita bandingkan. saat sang kakak mengajak adiknya dan adiknya menjawab " memangnya mau kemana??mau ngapain kita???sama siapa?? mau sampai jam berapa??"

kemudian sang kakak menjawab dengan jawaban yang sama " ikut saja nanti kamu tau sendiri", lalu sang adik menjawab, " emang nya mau kemana sih kak??mau ngapain???kalo ngga mau jawab, aku ngga mau ikut ah, aku malas"

apa yang terjadi???bisa saja sang kakak tidak jadi untuk pergi mentraktir makan, dan yang ada malah, nada suara keras, yang dikeluarkan sang kakak sebagai jawaban dari pertanyaan sang adik.



nah sekarang kita analogikan dengan kasus yang kita bahas. apa yang anda pikirkan. bisa jadi situasinya bisa sama. tambahan kenikmatan yang kita dapatkan, melainkan adzab yang begitu pedih. Na'udzubillah min dzalik.



jadi dapat kita simpulkan, bagaimana kita harus bersikap, jika di benak kita terbersit pertanyaan, seperti tersebut di atas. tentulah Allah menghargai ketaatan kita, di tambahlah kenikmatan-kenikmatan kita, baik yang kita rasakan sekarang atau yang baru dapat kita rasakan nanti.



keep thinking positive, then positive things will we get

tetap berpikir positif, maka hal positif akan kita dapatkan.



semoga Allah menuntun kita ke jalan yang lurus, yang di ridlo'i Allah, hingga kebahagiaan yang kita dapatkan.
Nasrulloh Ibnutora , Updated at: 9:44 AM

VIVA