Find us on Google+

Pages

Friday, January 2, 2015

SEJARAH NABI - WAHYU PERTAMA YANG DITERIMA OLEH NABI MUHAMAD

Sejarah Nabi selalu menarik untuk dibaca dan juga dipelajari. Khususnya sejarah tentang Lahirnya Nabi serta perjuangan Nabi Muhamad SAW. Semakin kita baca, semakin kita tahu, diharapkan akan semakin cinta kepada Baginda Nabi Muhamad SAW.

Dalam posting terdahulu telah saya tuliskan mulai dari Rasulullah Lahir, Masa kanak-kanak, hingga remaja hingga Beliau menikah dengan Siti Khadijah. Dan pada kesempatan kali ini akan saya coba melanjutkan kisah sebelumnya. Yakni kehidupan Rasulullah setelah Beliau menikah dengan Siti Khadijah.

Seperti telah kita ketahui bersama bahwa Nabi Muhamad SAW menikah dengan Siti Khodijah ketika berusia 25 tahun, sedangkan Siti Khodijah merupakan janda beruisa 40 Tahun. Dalam pernikahan Beliau denganSiti Khodijah, Beliau dikaruniai 6 orang putra dan putrid yakni
  1. Al Qasim (nama kun-yah Rasulullah, yaitu Abul Qasim, menggunakan nama Beliau)
  2. Zainab
  3. Ruqayyah
  4. Ummu Kultsum
  5. Fathimah
  6. Abdullah (laqb-nya / julukan Beliau adalah ath thayyib dan ath thahir)
Namun demikian semua putranya wafat ketika masih kecil, sedangkan putrinya wafat setelah masa keNabian sebelum Rasul Wafat kecuali Fatimah yang wafat beberapa bulan setelah Rasul wafat.
Budi pekerti Rasul memang terkenal baik sedari kecil. Bahkan dari Beliau kecil Beliau sudah berjuluk al-amin yang artinya dapat dipercaya. Tak hanya dapat dipercaya, Beliau juga orang yang sangat bijaksana. Dalam sebuah riwayat diceritakan Beliau pernah menengahi perselisihan pemuka arab ketika berselisih tentang yang pantas menempatkan kembali hajar asawad.

Pada saat itu mekkah dilanda banjir besar sehingga beberapa bangunan kabah terpaksa harus di perbaiki. Proses pemugaran bangunan kabah telah disepakati bersama seluruh pemuka mekah. Perselisihan ketika pemugaran telah selesai dan tinggal menempatkan hajar aswad pada tempatnya. Hampir saja terjadi pertumpahan darah ketika masing-masing kabilah menganggap paling berhak untuk menempatkan hajar aswad. Perselisihan semakin memuncak namun untunglah datang Abu Umayyah bin Mughirah Al-Makhzumi untuk menengahi dan memberikan saran siapa yang pantas untuk menempatkan hajar awsad. Dan ditetapkan lah bahwa yang akan menempatkan hajar aswad adalah orang yang pertama kali memasuki kabahmelalui Bab Al-Shafa.
Dengan izin Allah Nabi Muhamad lah orang yang pertama kali memasuki kabah melalui Bab Al-Shafa adalah baginda Nabi muhamad SAW. Pada waktu itu belum diangkat menjadi Nabi. Dalam kejadian itu terlihat jelas keutamaan Nabi Muhamad dalam menyelesaikan masalah tersebut. Karena Nabi Muhamad yang pertama kali masuk maka Nabi mempunyai cara tersendiri agar semua pemuka tidak ada yang sakit hati. Di gelarlah sebuah kain yang mempunyai 4 sudut, masing-masing sudut di pegang oleh seorang pemuka mekah. Dan ketika sampai pada tempatnya Nabi Muhamad meletakan hajar aswad itu ke tempat semula. Dan akhirnya perselisihan itu dapat terselesaikan dengan baik tanpa ada yang sakit hati, juga iri satu sama lain. Karena masing-masing kabilah mempunyai andil saat menempatkan hajar aswad kembali ke tempatnya.

Kehidupan sebelum keNabian memang cukup mengerikan. Kebiasaan bangsa arab pada masa itu jauh dari ajaran islam. Meminum minuman keras, berzina merupakan perbuatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat pada masa itu.

Saat usia Nabi muhamad mendekati 40 tahun, Beliau sering menyendiri di gua hiro. Biasanya Rasulullah menyendiri di gua hiro hingga beberapa malam. Tidak jarang Beliau hanya pulang sebentar untuk mengambil bekal dan kembali lagi ke gua hiro.

Hingga suatu ketika Malaikat Jibril datang dengan suara yang keras. Malaikat Jibril berkata Iqra(Bacalah),  kemudian Nabi Muhamad berkata Ma ana Biqiroin(aku tidak bisa membaca). Karena memang Nabi tidak pernah belajar membaca. Kemudia Malaikat Jibril kembali mengulang perkataanya iqra, Nabi kembali menjawab ma ana bi qiroin. Hingga tiga kali Malaikat Jibril mengulang Nabi baru paham maksudnya adalah untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh Malaikat Jibril yakni Surat surat Al-Alaq ayat 1-5. Karena itu merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhamad yang menjadi tanda bahwa Beliau telah diangkat menjadi Nabi. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadlan.

Setalah kejadian tersebut Nabi beranjak pulang. Dengan keadaan tubuh yang gemetar Beliau menemui istrinya yakni Khadijah meminta untuk diselimuti. Setelah hati Beliau mulai tenang belia menceritakan tentang kejadian yang dialaminya di gua hiro. Beliau khawatir hal itu merupakan gangguan dari jin. Namun dengan lemah lembut khadijah menenangkan suaminya bahwasanya hal itu tidak akan terjadi karena Nabi Muhamad merupakan orang yang berbudi mulia. Sudah pasti Tuhan akan menjaga dan selalu membawa kabar gembira.

Keesokan harinya khadijah menemui waraqah saudaranya yang merupakan seorang yang mengetahui pengetahuan yang luas tentang kitab-kitab terdahulu. waraqah berkata “Wahai anak pamanku, dengarkanlah apa yang akan dikatakan oleh anak lelaki saudaramu (yakni Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” Waraqah bertanya kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Hai anak saudaraku, ada apakah gerangan?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menceritakan apa yang dilihat dan dialami di gua Hira’. Setelah mendengarkan keterangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Waraqah berkata , “Itu adalah Malaikat yang pernah diutus Allah kepada Musa. Alangkah bahagianya seandainya aku masih muda perkasa! Alangkah gembiranya seandainya aku masih hidup tatkala kamu diusir oleh kaummu! Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah mereka akan mengusir aku?” Waraqah menjawab , “Ya.” Tak seorang pun yang datang membawa seperti yang kamu bawa kecuali akan diperangi. Seandainya aku masih hidup dan mengalami hari yang akan kamu hadapi itu, pasti kubantu kamu sekuat tenagaku.” Tidak lama kemudian Waraqah meninggal dunia, dan untuk beberapa waktu lamanya Rasulullah tidak menerima wahyu.

Demikian tulisan mengenai sejarah Nabi muhamad SAW. Semoga apa yang saya sajikan bisa bermanfaat, jika ada kesalahan penulisan mohon dimaklumi. Karena saya merupakan seorang yang bodoh yang selalu ingin belajar. Semoga apa yang saya tuliskan bisa menmbah kecintaan kita kepada baginda Nabi muhamad saw. Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad.

Nasrulloh Ibnutora , Updated at: 9:13 PM

0 comments:

Post a Comment

thanks for visit

VIVA