Find us on Google+

Pages

Monday, January 26, 2015

Terluka Hati, Kemana Penawarnya

Sakit aku sakit
Teriris hati oleh kata
Berdarah aku perih
Jerit hati berteriak
Mengaduh lara mana obatnya
Hati yang lemah berontak
Menahan luka tiada sanggup menahanya
Aku ini hanya biasa
Manusia biasa dengan cinta biasa pada yang biasa pula
Aku juga Terluka seperti yang lainya juga
Aku juga menangis seperti yang lainya
Aku juga ada rasa tak berbeda dengan lainya
Tapi biar sajalah
Sudah biasa aku sakit
Sudah biasa aku terluka
Mungkin tak akan lama
Esok mungkin tak lagi terasa dan kembali biasa
Biarlah hati ini menjadi hati baja
Yang tak goyah meski sekuat apa luka yang datang
Terserah sajalah
Aku juga bukan apa-apa
Hanya manusia biasa yang selalu salah
Tak pernah benar barang sedikit
Bahkan kini aku lupa, kapan terakhir aku benar
Sepertinya sudah terlalu lama

Hati
Oh hati,
Terlalu lemah engkau
Terlalu ringkih engkau
Bahkan mentari belum menyapa
Kau sudah terluka

Ah, sungguh hati yang lemah
Embunpun masih basah
Kau telah meringkuk menahan luka
Sakit katanya

Dasar hati yang lemah
Hanya sedikit luka yang dirasa tapi kau menangis
Tak sebanding dengan segala nikmat dan karuniaNya
Tak pantas kau lara
Tak pantas kau berduka
Ingat selalu, dibalik tawa ada duka
Pun sebaliknya
Disebalik luka, tersimpan tawa
Ingat selalu, akan datang masanya
Bersabarlah, , , ,

Nasrulloh Ibnutora , Updated at: 6:04 AM

0 comments:

Post a Comment

thanks for visit

VIVA